Minggu, 31 Mei 2015
Kamis, 14 Mei 2015
Jumat, 01 Mei 2015
Tips mencari data valid untuk skripsi bagii mahasiswa Kesehatan
Mahasiswa di tingkat akhir pasti akan menjumpai namanya Skripsi. Skripsi adalah bentuk tulisan ilmiah berdasarkan penelitian yang ditulis oleh seorang calon sarjana untuk memenuhi sebagian dari persyaratan guna memperoleh gelar sarjana seperti yang ditentukan dalam pasal 16 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tingi.
Tugas menulis skripsi sendiri yang dibebankan kepada calon mahasiswa dimaksudkan untuk mendidik calon sarjana agar dapat menulis karya-karya ilmiah sesuai dengan profesinya, menurut aturan-aturan penulisan baku (Triharso, 1984).
Adapun untuk D3 tugas akhirnya adalah KTI (Karya Tulis IIlmiah). KTI sama seperti skripsi, bedanya hanya di jumlah BABnya saja. Skripsi 7 BAB, KTI 5 BAB. Sama-sama menggunakan SPSS juga.
Nah, kali ini mimin mau membagi tips untuk mencari data valid untuk skripsi bagi mahasiswa kesehatan.
1. Untuk di BAB 1 PENDAHULUAN biasanya di latarbelakang memerlukan data-data tentang prevalensi suatu kejadian di dunia, di Indonesia, dan di daerah lokal. Untuk di dunia kita bisa menggunakan data dari WHO di www.WHO.int (klik disini). Tetapi untuk data di Indonesia terkadang kita merasa bingung harus mencari kemana, biasanya data ini copas dari skripsi-skripsi sebelumnya. Nah kalau judul skripsinya mirip-mirip, kalau ngga gimana hayooo... :-P Tenang saja kalian bisa mencari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). Disitu semua data tentang prevalensi tentang status kesehatan di Indonesia lengkap sekali, dari mulai tingkat kabupaten sampai provinsi itu ada semua, dan berbagai macam penyakit ada. (klik disini) filenya juga bisa di download. Bahkan ada e-booknya juga.
2. Jurnal Nasional.Selain di Riskesdas bisa juga di jurnal nasional. Sekedar informasi, untuk PTN-PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di seluruh Indonesia. Jika sudah menyelesaikan skripsinya maka di upload di Jurnal Nasional. (Klik disini)
3. LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia)
Ya namanya juga Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia pasti disana sering melakukan penelitian-penelitian bukan? :) (Klik disini)
4. Google Sholar
Ini adalah Google Cendekiawan, banyak skripsi-skipsi yang di upload disana, tinggal di search saja apa yang dicari, maka akan muncul skripsi-skripsi. (Klik disini)
5. Google Books
Nah bagi yang malas untuk mencari-cari buku keluar atau mungkin punya dana minim untuk membeli buku bisa mencarinya di google books. (Klik disini)
Nah jadi kan menghindari plagiatisme dan copas :) :) karena mempunyai data yang valid.
Semoga bermanfaat :) Fightiiiiiinngggggg
Kamis, 30 April 2015
Angkutan Umum Ke Akper Husada Karya Jaya dan Universitas 17 Agustus Jakarta
Assalamualikum..
Hai guys, kali ini mimin mau share tentang angkutan umum menuju kampus Akper Husada Karya Jaya (HKJ) dan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
-Busway-
Nah kalau kalian ingin yang menggunakan jasa transportasi Transjakarta/Busway, jika dari arah barat transit di Halte Kota kemudian naik Busway koridor 12 (Pluit-Tanjung Priok) arah Tanjung Priok, kemudian turun di halte Sunter Karya (pas depan Sunter Mall). Kemudian dari jembatan penyebrangan busway, ambil arah kiri. Lalu tunggu angkot 49 Lewat (Jurusan Sunter Permai-Priok). Pas nunggu angkot diharapkan teman-teman sabar, karena Angkotnya memang lama binggoooo... :D :D
Nah, kalau sudah datang angkotnya tinggal naik deh kemudian turun di Universitas 17 Agustus 1945. Bagi yang ingin ke Akper Husada Karya Jaya, turun di perempatan Mitra Praja.
Dari peremapatan Mitra Praja ambil ke sebelah kanan ya, arah sekolah Preshool Lolilop Sekolah Lentera Kasih atau Sekolah IPK.
Nah Akper Husada Karya Jaya tepat di tengah-tengah antara SLK (Sekolah Lentera Kasih) dan IPK.
-Angkot-
Satu-satunya angkot menuju Universitas 17 Agustus Jakarta dan Akper Husada Karya Jaya (HKJ) adalah angkot 49 jurusan Tanjung Priok-Sunter Permai.
-Metromini-
Metromini 24 Jurusan Senen-Tanjung Priok, turun di jalan baru (rel kereta api) di Kaca nya, (kaca adalah nama pertigaan jalan). Disitu di Kaca ada angkot-angkot 49 ngetem. Nah, naik angkot 49 ya terus turun di Universitas 17 Agustus, atau Akper Husada Karya Jaya (HKJ). Kalau mau turun di Akper HKJ di pertigaan Mitra Praja. Dari pertigaan ambil ke arah kanan seperti yang dijelaskan di atas tadi.
-Kopaja-
Naik kopaja 27 jurusan Senen-Kelapa Gading, turun di pertigaan kaca. Seperti yang telah dijelaskan di atas.
Semoga bermannfaat yaaa... :)
Hai guys, kali ini mimin mau share tentang angkutan umum menuju kampus Akper Husada Karya Jaya (HKJ) dan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
-Busway-
Nah kalau kalian ingin yang menggunakan jasa transportasi Transjakarta/Busway, jika dari arah barat transit di Halte Kota kemudian naik Busway koridor 12 (Pluit-Tanjung Priok) arah Tanjung Priok, kemudian turun di halte Sunter Karya (pas depan Sunter Mall). Kemudian dari jembatan penyebrangan busway, ambil arah kiri. Lalu tunggu angkot 49 Lewat (Jurusan Sunter Permai-Priok). Pas nunggu angkot diharapkan teman-teman sabar, karena Angkotnya memang lama binggoooo... :D :D
Nah, kalau sudah datang angkotnya tinggal naik deh kemudian turun di Universitas 17 Agustus 1945. Bagi yang ingin ke Akper Husada Karya Jaya, turun di perempatan Mitra Praja.
Dari peremapatan Mitra Praja ambil ke sebelah kanan ya, arah sekolah Preshool Lolilop Sekolah Lentera Kasih atau Sekolah IPK.
Nah Akper Husada Karya Jaya tepat di tengah-tengah antara SLK (Sekolah Lentera Kasih) dan IPK.
-Angkot-
Satu-satunya angkot menuju Universitas 17 Agustus Jakarta dan Akper Husada Karya Jaya (HKJ) adalah angkot 49 jurusan Tanjung Priok-Sunter Permai.
-Metromini-
Metromini 24 Jurusan Senen-Tanjung Priok, turun di jalan baru (rel kereta api) di Kaca nya, (kaca adalah nama pertigaan jalan). Disitu di Kaca ada angkot-angkot 49 ngetem. Nah, naik angkot 49 ya terus turun di Universitas 17 Agustus, atau Akper Husada Karya Jaya (HKJ). Kalau mau turun di Akper HKJ di pertigaan Mitra Praja. Dari pertigaan ambil ke arah kanan seperti yang dijelaskan di atas tadi.
-Kopaja-
Naik kopaja 27 jurusan Senen-Kelapa Gading, turun di pertigaan kaca. Seperti yang telah dijelaskan di atas.
Semoga bermannfaat yaaa... :)
Selasa, 21 April 2015
Perawat Harus Cerdas dan Beretika baik
Salam sejawat...
Saya terkadang tidak setuju dengan opini yang yang berbunyi seperti ini, "Perawat itu tidak perlu cerdas tapi yang penting beretika baik?" Itu adalah pendapat orang bodoh yang ketika bekerja hanya seperti robot yang melakukan pekerjaan rutinitas dan kerjanya hanya disuruh-suruh orang.
Perawat ingin disejajarkan dengan dokter, tetapi tidak cerdas. Bagaimana mungkin bisa disejajarkan. Seharusnya jika ingin disejajarkan dengan dokter harus dibarengi dengan kecerdasan, dan kompetensi yang baik.
Apa yang sebenarnya salah dengan kurikulum perawat di Perguruan Tinggi?
Nah, mungkin ini yang sering terlupakan. Mahasiswi keperawatan dengan beban SKS tinggi, dan jadwal praktek padat terkadang sering melupakan makna nilai yang ia dapat di kampus.
Yang substansinya harus diterapkan ketika dilapangan.
Perawat tidak cerdas = membunuh pasien
Perawat tidak cerdas = jadi robot yang tukang disuruh-suruh
Perawat tidak cerdas = selamanya jadi perawat pelaksana, tidak bisa mengembangkan karier.
Perawat tidak cerdas = ruang lingkup kerjanya hanya di RS dan Puskesmas, tidak bisa membaca peluang pekerjaan lain
Perawat tidak cerdas = tidak bisa bersaing dengan negara lain, apalagi sebentar lagi kita menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
Dan tentu saja kecerdasan itu harus dibarengi dengan etika yang baik. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa perawat terkenal dengan sebutan GALAK di RS. Entah karena beban kerja di RS, atau karena memang sudah sifat bawaan. Tetapi jika sudah memakai seragam perawat, harusnya semua itu dibuang jauh-jauh, karena ingat sumpah perawat ketika caping day. Kita telah bersumpah kepada Tuhan, bukan hanya sekedar ucapan di bibir saja.
Semoga perawat Indonesia bisa menjadi perawat cerdas dan beretika baik. Bukan hanya perawat pelaksana yang seperti robot.
Saya terkadang tidak setuju dengan opini yang yang berbunyi seperti ini, "Perawat itu tidak perlu cerdas tapi yang penting beretika baik?" Itu adalah pendapat orang bodoh yang ketika bekerja hanya seperti robot yang melakukan pekerjaan rutinitas dan kerjanya hanya disuruh-suruh orang.
Perawat ingin disejajarkan dengan dokter, tetapi tidak cerdas. Bagaimana mungkin bisa disejajarkan. Seharusnya jika ingin disejajarkan dengan dokter harus dibarengi dengan kecerdasan, dan kompetensi yang baik.
Apa yang sebenarnya salah dengan kurikulum perawat di Perguruan Tinggi?
Nah, mungkin ini yang sering terlupakan. Mahasiswi keperawatan dengan beban SKS tinggi, dan jadwal praktek padat terkadang sering melupakan makna nilai yang ia dapat di kampus.
Yang substansinya harus diterapkan ketika dilapangan.
Perawat tidak cerdas = membunuh pasien
Perawat tidak cerdas = jadi robot yang tukang disuruh-suruh
Perawat tidak cerdas = selamanya jadi perawat pelaksana, tidak bisa mengembangkan karier.
Perawat tidak cerdas = ruang lingkup kerjanya hanya di RS dan Puskesmas, tidak bisa membaca peluang pekerjaan lain
Perawat tidak cerdas = tidak bisa bersaing dengan negara lain, apalagi sebentar lagi kita menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
Dan tentu saja kecerdasan itu harus dibarengi dengan etika yang baik. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa perawat terkenal dengan sebutan GALAK di RS. Entah karena beban kerja di RS, atau karena memang sudah sifat bawaan. Tetapi jika sudah memakai seragam perawat, harusnya semua itu dibuang jauh-jauh, karena ingat sumpah perawat ketika caping day. Kita telah bersumpah kepada Tuhan, bukan hanya sekedar ucapan di bibir saja.
Semoga perawat Indonesia bisa menjadi perawat cerdas dan beretika baik. Bukan hanya perawat pelaksana yang seperti robot.
Langganan:
Postingan (Atom)



